Sejarah Jersey Bola di Dunia

jerseybola.bogorseo.com – Gaji pemain, nilai kontrak untuk sponsor, penjualan pernak-pernik klub, nilai transfer pemain antarklub, hingga penjualan tiket untuk suatu pertandingan yang akan digelar, semua ini mewartakan betapa olahraga ini memang telah menjadi lahan bisnis yang sangat menggiurkan. Berbicara mengenai nilai bisnis di balik olahraga sepak bola, sponsor pada kaos jersey bola menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Nilai kontrak untuk sponsor pada kaos jersey bola pada umumnya memang sangat besar sehingga menjadi pendapatan utama hampir seluruh klub sepak bola di dunia. Namun, bagaimana awal mula dari kisah sponsorship ini hingga sekarang menjelma menjadi bisnis dengan nilai fantastis, yang bahkan mampu menjadi pilar utama penopang keuangan sebuah klub sepak bola?

Konsep sponsor pada kaos seragam sepak bola mulai dikenal pada tahun 1950-an. Pada era ini, Austria, Denmark, dan Prancis adalah beberapa negara yang klub-klub sepak bolanya mulai menampilkan sponsor pada kaos jersey mereka. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh tambahan pendapatan. Namun, tidak semua klub di Eropa melakukan hal yang sama. Sebab, banyak liga di negara-negara daratan Eropa melarang adanya logo dan nama pada kaos seragam suatu klub selain nama dan logo klub itu sendiri.

Era baru sponsorship pada kaos jersey bola terjadi pada tahun 1973. Adalah Mast Günter, sosok pioner yang memiliki ide untuk mensponsori klub sepak bola di tahun tersebut. Ketika itu, Mast Günter menjalin kerja sama sponsorship dengan sebuah klub bernama Eintracht Braunschweig. Mast Günter menempatkan logo Jagermeister pada kaos klub yang bermain di Bundesliga ini. Jagermeister adalah merek minuman beralkohol yang merupakan produk utama dari perusahaan Mast-Jägermeister AG yang berbasis di Jerman.

Seperti di kutip dari gradeori.com Sebenarnya logo Jagermeister sebelumnya pernah diluncurkan ketika Mast-Jägermeister AG menjadi sponsor tim balap motor. Akan tetapi, olahraga sepak bola yang memiliki banyak sekali penyuka dianggap menjanjikan peluang yang jauh lebih besar untuk berpormosi. Mast pun mengalihkan sponsor dari balap motor ke sepak bola.

Untuk kerja sama ini, Eintracht Braunschweig mendapat bayaran sekitar 160.000 hingga 800.000 Marks untuk masa kontrak lima tahun. Eintracht Braunschweig menempatkan logo Jagermeister di bagian depan kaos seragam klub ini.

Mulanya asosiasi sepak bola Jerman tidak meluluskan permintaan Eintracht Braunschweig untuk memakai kaos jersey yang terdapat logo sponsor. Hanya saja, ketika semua pemain klub ini memilih untuk mengganti logo tradisional mereka dengan logo Jagermeister, liga pun tidak dapat berbuat apa-apa. Eintracht Braunschweig mengenakan seragam barunya ini pada tanggal 23 Maret 1973. Tujuh bulan kemudian, sponsor pada kaos jersey bola resmi dilegalkan oleh Bundesliga.

Ketika sponsor pada kaos jersey bola telah mendapatkan tempat di Jerman, tidak demikian dengan di Inggris. Liga Inggrias bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi berupa denda yang besar pada klub yang mengenakan seragam yang memuat tulisan atau logo dari perusahaan sponsor. Liga Inggris baru mulai mengizinkan sponsor pada kaos jersey bola empat tahun setelah Jerman melakukannya.

Kini, nilai sponsor pada kaos jersey bola sungguh menggiurkan. Klub-klub sepak bola di seluruh dunia bahkan memperoleh sumber pendapatan utama dari sponsor ini. Dan, yang terlihat hari ini adalah nama atau logo dari berbagai perusahaan besar dunia menghiasi kaos seragam klub-klub besar sepak bola. Perusahaan-perusahaan sponsor kaos jersey bola tersebut, antara lain Nike, Adidas, Puma, AIG, AON, atau Pirelli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>